Bumi Reyog Berdzikir 2018 Akan Diwarnai Deklarasi Pemilu Damai Warga PSHT Ponorogo

oleh

PONOROGO – Kegiatan tahunan Bumi Reyog Berdzikir (BRB) bersama warga Persudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo untuk kedua kalinya kembali akan digelar dan dilaksanakan di Aloon-aloon Ponorogo, Jatim, Minggu (30/12/2018).

“Sedangkan kegiatan BRB 2018 mengusung tema ‘Dengan Semangat Jiwa Setia Hati dan Tekad Memayu Hayuning Bawono Kita Wujudkan Masyarakat yang Aman, Adil, Makmur, Sejahtera di Bawah Naungan NKRI’,” ujar Humas Panitia BRB 2018, Mas Anam Ardiansyah.
Pun, dia memaparkan jika kegiatan BRB akan dihadiri tidak kurang dari 50 ribu anggota warga PSHT dari 21 Kecamatan dan 307 Desa dan  Kelurahan se-Kabupaten Ponorogo.
Menurut Mas Anam, persudaraan Setia Hati Terate (PSHT) sebagai sebuah organisasi persaudaraan yang beranggotakan para pelestari kebudayaan pencak silat. “Saat ini beranggotakan tidak kurang dari seratus ribu warga PSHT di Kabupaten Ponorogo,” ujar Mas Anam Ardiansyah saat Konferensi Pers BRB 2018 di Padepokan PSHT Cabang Ponorogo, Sabtu (29/12/2018).
Masih menurut Mas Anam sebagian besar warga PSHT di Ponorogo adalah generasi muda. “Dalam BRB 2018 ini juga akan melakukan Deklarasi Pemilu Damai sehingga partisipasi penuh kami terhadap Pemerintah dalam bentuk dukungan mengawal Pemilu Damai  ini bisa bermanfaat bagi Bangsa Indonesia,” imbuhnya.
Hal itu menurutnya, sebagai peran serta warga PSHT Cabang Ponorogo dalam  mengawal dan ikut serta  mengamankan Pemilu  2019 yang aman, tertib, sejuk, dan damai. “Deklarasi ini akan dilakukan bersamaan dengan kegiatan Bumi Reyog Berdzikir (BRB) bersama Persudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Ponorogo,” jelasnya.
BRB 2018 akan dihadiri oleh Mas Ipong Muchlissoni selaku Bupati Ponorogo dan jajaran Forkompimda Ponorogo. “Juga para ulama atau Kyai Khos,” ungkapnya.
Beberapa nama Kyai Khos yang akan hadir dalam BRB 2018 adalah  KH. Anshor M. Rusyidi selaku Wakil Rois Syuriah NU Ponorogo, KH. Fatkurroji Tantowi selaku Mutasyar NU Ponorogo, KH. Kholiq Ridwan dan  KH. Jiryan Hasbulloh selaku Mutasyar NU Ponorogo. “Hadir juga Kyai Khos lainnya, diantaranya adalah KH. Samsul Huda, KH. Mansur Kyai Ismail Sadzali, Kyai Ali Mashud dan Kyai Haji Khudhori,” tandasnya.
Lebih lanjut Mas Anam menambahkan bahwa yang membedakan dalam kegiatan BRB 2018 adalah akan dicatat oleh Lembaga Prestasi Indonesia dan Dunia untuk beberapa kategori. “Selain itu juga akan diadakan doa bersama untuk keselamatan Bangsa Indonesia dan penggalangan dana dari warga PSHT Ponorogo bagi korban Tsunami Banten dan Lampung,” urainya. (Muh Nurcholis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *